Sabtu, 08 Maret 2008

Wikimapia

Wikimapia merupakan situs penyedia gambar dunia. Di dalamnya ada gambar foto satelit seluruh daratan di bumi. Wikimapia juga menyediakan peta digital. Sebenernya saya lebih suka membuka Google Earth karena memberikan moment of truth yang lebih kental. Namun karena wikimapia bisa dibuka tanpa mengunduh aplikasi, maka demi alasan kepraktisan, saya buka wikimapia.

Dua hari yang lalu, saya melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur untuk urusan kantor. Cuma dua hari, namun hiruk pikuk persiapannya-lah yang membuatku menuangkan tulisan pertamaku di Blog ini.

Beberapa hari sebelum perjalanan, sempat kubuka situs www.wikimapia.org untuk melihat gambar udara Kuala Lumpir City Center (KLCC), tempat acara yang ingin kukunjungi diadakan. Tepatnya di Mandarin Oriental Hotel. Agar tidak tersesat, ku-copy foto udara kota Kuala Lumpur beserta peta digitalnya. Sembari menghabiskan waktu, kubuka juga foto udara beberapa kota besar lainnya di belahan bumi yang lain. Kubuka London, Paris, Stockholm, New York, dan beberapa foto udara ladang pertanian di Amerika Serikat. Tak lupa, aku juga buka foto udara kota Jakarta.

Jakarta (Indonesia), ketinggalan banget... :)

Pertama, yang membuatku sedih adalah, peta Jakarta tidak tersedia secara memadai. Bahkan, ketika kubuka foto dan peta sekaligus (hybrid), tidak sinkron antara peta dan foto. Sementara tetangga terdekat kita Malaysia, Kuala Lumpur, memiliki peta digital yang lebih komplit serta pas dengan foto udaranya. Kondisi demikian membuat aku bertanya, nggak adakah orang-orang yang bisa "mendigitalisasi" Jakarta?

Ke dua, kesedihan berikutnya adalah tata kotanya. Foto udara kota Jakarta sangat menyedihkan dibandingkan dengan kota-kota lain di negara tetangga. Tata kota Jakarta terlihat sangat menyedihkan. Mohon maaf kalau saya harus bilang bahwa dari atas tuh terlihat seperti tempat sampah. Menumpuk tidak tertata, penuh sesak dengan penduduk. (Dan sedihnya, aku hidup di dalamnya hehe.. )

Ke tiga, pertaniannya! Negara2 di eropa memiliki lanskap pertanian yang hebat. Kelihatannya memang sudah skala industri. Lahannya luas. Kayaknya beda banget dengan pertanian di Indonesia.

Kesimpulannya, aku nggak bisa membanggakan Indonesia! Itu saja.

Maju yuk... :)

Tapi, betapa pun parahnya negara ini, aku nggak pingin mundur. Kayaknya lebih baik memikirkan gimana caranya agar Jakarta, Indonesia, bisa mengejar ketertinggalan. Caranya gimana? Yuk kita sharing... :)

Tidak ada komentar: